KETIKA RUH BERPISAH DENGAN JASADNYA (Copas dari blog tetangga)

Suatu ketika Nabi SAW mendatangi rumah istri kesayangan beliau, al Khumaira, Aisyah RA. Melihat kedatangan beliau, Aisyah yang sedang duduk bersila ingin bangkit menyambut, tetapi Rasulullah SAW bersabda, “Duduklah saja pada tempatmu, wahai Ummul Mukminin, tidak perlu engkau berdiri!!”

Nabi SAW menghampiri Aisyah dan kemudian berbaring terlentang dengan berbantalkan pangkuannya, tampak sekali kemanjaan dan kasih sayang beliau kepadanya.

Sepertinya pada hari itu Rasulullah SAW sangat lelah sehingga tidak lama berselang beliau telah tertidur. Aisyah memandangi wajah beliau dengan kasih sayang dan kekaguman. Tanpa disadari jari jemarinya mengurai jenggot Rasulullah SAW, dan Aisyah menemukan sembilanbelas rambut jenggot yang telah memutih (beruban). Tiba-tiba saja tersirat dalam hatinya, “Sesungguhnya beliau akan keluat dari dunia (meninggal) sebelum aku, dan tinggallah umat Islam dalam keadaan tanpa nabi!!”

Merasakan kenyataan seperti itu, Aisyah jadi bersedih dan menangis, air matanya mengalir ke pipi dan menetes jatuh mengenai wajah Rasulullah SAW sehingga beliau terbangun.

Dengan heran beliau bersabda, “Apa yang membuatmu menangis, wahai Ummul Mukminin!!”

Aisyah menceritakan perasaan sedih yang menghantui dirinya, dan Nabi SAW hanya tersenyum mendengarnya. Beliau bersabda, “Wahai Aisyah, keadaan apakah yang sangat menyusahkan bagi seseorang (yakni bagi ruhnya) ketika ia menjadi mayat?”
Aisyah berkata, “Katakanlah padaku, ya Rasulullah!!”
Beliau berkata, “Engkau saja yang mengatakannya dahulu!!”
Aisyah sejenak berfikir, kemudian ia berkata, “Tidak ada yang menyusahkan atas diri mayit kecuali ketika ia diusung ke luar rumah menuju kuburnya, anak-anak yang ditinggalkannya akan berduka dan berkata : Wahai ayah, wahai ibu!! Begitu juga orang tuanya akan berkata : Wahai anakku, wahai anakku!!”

Nabi SAW bersabda, “Hal itu memang terasa akan pedih, tetapi ada yang lebih pedih daripada itu!!”

Aisyah berkata lagi, “Tidak ada yang lebih berat bagi mayit kecuali ketika ia dimasukkan ke dalam liang lahad dan ia diurug di bawah tanah, anak dan orang tuanya, kerabat dan kekasihnya akan meninggalkannya pulang.
Mereka membiarkannya sendirian beserta amal perbuatannya, menyerahkan urusannya kepada Allah. Kemudian setelah itu datanglah malaikat Munkar dan Nakir ke dalam kuburnya!!”

Beliau bersabda lagi, “Apa lagi yang lebih berat dari apa yang engkau katakan itu?”

Akhirnya Aisyah menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui!!”
Maka Nabi SAW bersabda, “Hai Aisyah, sesungguhnya saat yang paling berat (paling menyedihkan) bagi mayat adalah ketika tukang memandikan masuk ke dalam rumahnya untuk memandikan mayatnya….”

Kemudian beliau menjelaskan lebih lanjut, bahwa ketika tukang memandikan itu melepas cincin (atau perhiasan lainnya) dari tubuhnya, melepas pakaian pengantin (atau pakaian lainnya) dari badannya, melepaskan sorban para syaikh dan fuqoha dari kepalanya, ketika itulah sang ruh berseru saat melihat tubuhnya yang telanjang, seruan yang bisa didengarkan oleh seluruh mahluk kecuali jin dan manusia, “Wahai tukang memandikan, demi Allah aku memohon kepadamu, agar engkau melepaskan pakaianku (dan lain-lainnya) dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya saat ini aku tengah beristirahat dari sakitnya dikeluarkannya nyawaku oleh malaikat maut!!”

Ketika tukang memandikan menuangkan air ke mayatnya, sang ruh berteriak keras dengan teriakan yang didengar oleh semua mahluk, kecuali jin dan manusia, “Hai tukang memandikan, demi Allah, janganlah engkau menuangkan air yang panas, jangan pula engkau tuangkan air yang terlalu dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar saat dicabutnya nyawaku!!”
Ketika tukang memandikan mulai menggosok tubuhnya, lagi-lagi sang ruh berteriak, “Wahai tukang memandikan, demi Allah, janganlah memegang tubuhku terlalu keras, sungguh jasadku telah terluka sebab keluarnya nyawaku!!”

Ketika selesai memandikan dan jasadnya diletakkan pada kain kafan, dan mulai diikat di bawah kakinya, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah wahai tukang memandikan, janganlah engkau ikat terlalu erat pada kepalaku, agar masih terlihat wajah-wajah keluargaku, anak-anakku, dan kerabat-kerabatku lainnya. Karena saat ini terakhir kali aku bisa melihat mereka, aku tidak akan melihatnya lagi hingga hari kiamat tiba!!”

Ketika dikeluarkan dari rumahnya dan diletakkan di dalam keranda, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah, wahai para pengantarku, janganlah tergesa-gesa membawaku pergi sehingga aku berpamitan kepada rumahku, keluargaku, kerabatku, dan harta-hartaku.

Aku tinggalkan istriku menjadi janda, anak-anakku menjadi yatim, karena itu janganlah kalian menyakiti mereka. Biarkanlah aku sesaat untuk mendengarkan suara keluargaku, anak-anakku, dan kerabat-kerabatku, karena aku akan berpisah hingga saat kiamat tiba….!”

Ketika kerandanya dipikul dan keluar tiga langkah dari rumahnya, lagi-lagi sang ruh berseru, “Hai para kekasihku, saudara-saudaraku dan anak-anakku, janganlah kalian terbujuk oleh dunia sebagaimana dunia telah memperdaya aku!! Janganlah kalian dipermainkan oleh jaman sebagaimana ia telah mempermainkan aku!! Ambillah ibarat (hikmah) dariku!! Sesungguhnya aku meninggalkan untuk ahli warisku apa yang aku kumpulkan, dan aku tidak membawa (manfaat) apapun dari dunia (harta) yang kutinggalkan, bahkan Allah akan menghisabku. Engkau bersenang-senang dengannya (harta peninggalanku itu) dan kalian tidak mendoakan aku!!”

Sungguh nasehat yang sangat berharga. Sayangnya, semua seruan dan teriakan ruh tersebut yang bisa didengar oleh seluruh mahluk, ternyata jin dan manusia tidak bisa mendengarnya. Padahal justru dua jenis mahluk itu yang sebenarnya bisa memperoleh banyak manfaat dan pengajaran jika saja bisa mendengar dan memahami seruan sang ruh.

Ketika jenazahnya dishalatkan dan sebagian orang lainnya meninggalkan masjid atau musholla, sang ruh berseru lagi, “Demi Allah, wahai saudara-saudaraku, aku tahu bahwa orang mati akan dilupakan oleh orang-orang yang masih hidup, akan tetapi janganlah kalian cepat-cepat pulang sebelum kalian melihat tempat tinggalku.

Sesungguhnya aku tahu bahwa wajah mayat itu lebih dingin daripada air yang sangat dingin bagi orang-orang yang masih hidup, tetapi janganlah kalian terlalu cepat pulang meninggalkan aku sendirian!!”

Ketika jenazahnya diletakkan di sisi kuburnya, dan kemudian diturunkan ke liang lahad, sang ruh berseru untuk terakhir kalinya, “Demi Allah, wahai saudara-saudaraku dan para pengantarku, sesungguhnya aku mendoakan kalian semua tetapi mengapa kalian tidak mau mendoakan aku? Wahai ahli warisku, tidaklah aku kumpulkan harta dunia kecuali aku tinggalkan untuk kalian, maka ingatlah kalian kepadaku dan berbuatlah kebaikan

Setelah aku mengajarkan kalian membaca al Qur’an dan tata krama (adab), hendaklah kalian jangan lupa mendoakan aku!!”

Subhanallah...
Alangkah baiknya kita senantiasa mengingat akan kebesaran ALLAH SWT, dan senantiasa memberi salam penghormatan kepada Baginda Rasulullah Saw dengan Shalawat yang mudah2n ALLAH memberikan kita kemuliaan dan kehormatan baik di dunia, maupun di akhirat. Aamiin
(Cantumkan jika ada doa khusus agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)
Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.
Ya ALLAH...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pahala Ibadah VS Media Sosial (Belajar Bijak Memposting Status Media Sosial)

Masih asingkah dengan kata Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Line, dan BBM ?? Saya rasa tidak. Jangankan kita yang sudah tergolong usia dewasa, anak kecil saja yang usianya masih belum mencukupi untuk bergabung ke jejaring sosial tersebut terkadang membuat akun dengan memalsukan tahun kelahiran, tidak percaya?? coba sesekali kita check apa yang sedang adik, keponakan, sepupu atau saudara-saudara kita yang usianya masih tergolong belia. Mereka rata-rata sudah memiliki salah satu akun yang saya sebutkan diatas entah apa tujuannya, mungkin agar bisa dibilang kekinian bisa jadi kan???

Oke, kita ke topik yang sebenarnya saya ingin jabarkan. Saya tergelitik untuk menulis artikel ini karena sudah terlalu banyak status-status media sosial yang bertentangan dengan apa yang saya pikirkan, bukan karena hanya bertentangan dengan hasil pemikiran saya saja tetapi dari sekelumit ilmu yang saya dapat ternyata memang hal tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh para pengguna medsos tersebut.
Kita hidup di-era se-modern dan secanggih sekarang  ini, tentu tidak asing dengan beberapa postingan dimedia sosial seperti berikut :
"Yeee... puasa hari ini lancar, tar malem mau tahajud aahh biar sahurnya gak kesiangan" 
"Iiihh mamah kenapa ga bangunin buat sahur sih, aku kan puasanya jadi ga sahur.."
"Duuuhhh siang-siang gini jadi ngantuk gara-gara semalem tahajud sama dzikir 1000x"
"Semoga puasa hari ini lancar, duuuhhh udah ga tahan nunggu bedug maghrib pengen es campuurr..."
"Alhamdulillah ya udah nyampe juz 20, semangat ahhh biar cepet khatam"
"Alhamdulillah ... Masih dbangunkan pagi ini , bs mlaksanakan sholat tahajud , shubuh..!!!"
"Semoga puasa hari ini lancar, ya. Gak ada yang bikin emosi dan bikin bete banget. Semangat!
"Udah yasinan, udah tahlilan dan udah shalat Isya rasanya adeemm bener nih ati gue, sekarang bobo yuukk..."
"Duuhh... uangnya tinggal goceng tapi ada pengemis kasian, ya udah deh gpp aku kasih aja. semoga bisa membantu ya neekk..."
"Tahajud ahh... biar tambah ganteng.."
"Iihh tadi shalat jum'atnya bau kaki, sumpah mau muntah.."
"Jum'atan dulu ya beb, biar kamunya tambah sayang aku.."

Daannn masih banyak lagi kalimat-kalimat postingan yang mencirikan bahwa si empunya akun sedang beribadah "katanya". Tahukah teman sesungguhnya ketika kita memposting hal-hal yang berbau ibadah itu bertentangan dengan ajaran agama kita, seperti petuah para pendahulu kita dibawah ini yang saya kutip dari www.kisahislam.net :

Basyr bin Al Harits berkata "Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu"
 Abu Hazim Salama Bin Dinar berkata "Sembunyikanlah kebaikan -kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)." (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman no 6500).
Dari Yazid bin Abdullah bin asy-Syikhkhir, dia menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Tamim ad-Dari, "Bagaimana sholat malammu?". Maka beliaupun marah sekali, beliau berkata "Demi Allah sungguh satu raka'at yang aku kerjakan tengah malam dalam keadaan rahasia itu lebih aku sukai daripada aku sholat semalam untuk kemudian hal itu aku ceritakan kepada orangp-orang ." (Lihat Ta'thirul Anfas, hal. 234)

Media sosial menurut saya bukan jembatan antara amalan ibadah kita agar sampai ke Allah SWT. justru malah menjadikan amalan-amalan kita terbuang sia-sia, Lho kenapa?? karena dengan cara memposting ibadah-ibadah yang kita lakukan itu sama saja kita memamerkan ibadah kita, jatuhnya malah ke perbuatan ria, menyombongkan diri dan menganggap ibadahnya paling baik dari ibadah orang lain. "Itukan hak kita yang punya akun" bukan satu dua pengguna akun jejaring sosial yang jika diingatkan akan berbicara seperti ini, sayapun tidak melarang hanya mengingatkan akan mubadzirnya ibadah yang kita lakukan jika disertai dengan postingan-postingan yang sehari-hari kita lakukan, sayapun pengguna media sosial aktif saya memiliki akun facebook, BBM, Instagram, Whatsapp dan lainnya, dulu pun mungkin saya pernah memposting tentang ibadah yang saya lakukan, akan tetapi semakin kita berpikir, berwawasan, dan menerima saran orang lain disitulah kita mengerti bahwa memang media sosial bukan tempat kita untuk memposting hal-hal yang menyangkut ibadah, biarlah ibadah kita hanya kita, malaikat, dan Allah SWT saja yang tahu itu jauh lebih baik ketimbang kita pamerkan dimedia sosial. Masih ingat dulu sebelum adanya media sosial, kita bercerita banyak hal dengan buku, masih ingat dengan buku diarynya? bayangkan dulu bagaimana kita menyimpan ditempat yang paling aman agar tidak ada yang baca curhatan kita, bahkan sampai-sampai ada model buku diary yang menggunakan gembok, sekarang bagaimana?? berbanding 180 derajat postingan berceceran dimana-mana siapapun bisa membaca apa yang kita tulis, bahkan tidak jarang membuat tali pertemanan, persahabatan bahkan dengan sesama keluarga menjadi kurang harmonis gara-gara kicauan-kicauan kita dimedia sosial. Masih mau mengumbar ibadah di media sosial???

Ayoo kita hijrah, belajar perlahan tinggalkan yang tidak seharusnya kita lakukan, jadilah pengguna media sosial yang baik, yang mampu memilah-milah mana yang harus diposting dan mana yang tidak seharusnya diperlihatkan. INGAT tujuan kita ibadah adalah mengharap ridho Allah SWT. kita berharap ibadah kita diterima oleh-Nya dan mendapat pahala yang berlipat ganda, bukan malah ibadah kita cuma sampai di databasenya Mark Zuckerberg (FB), Jack Dorsey (Twitter), Ma Huateng (We Chat), Mike Lazaridis (BBM), Brian Acton (WA), Dave Morin (Path) dan Kevin Systrom (Ig).

Ayo... kita sama-sama belajar berHIJRAH menjadi pengguna dan penikmat media sosial yang cerdas dan bijak dalam memposting hal-hal yang kita bagikan keteman-teman dunia maya...


____reniaren___140915
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

"Hijab Gone Wrong" (Reupload dari : http://9redaksi.blogspot.com/2015/08/buat-para-hijabers-dari-seorang-teman.html )

Posting kali ini, gue recycle dari http://9redaksi.blogspot.com. Dan kebetulan gue setuju dengan posting dari salah satu umat kristiani yang memperhatikan sedikit lebih detail tentang pemakaian hijab para ramaja bahkan orang tua dari umat muslim seperti kit. Yuukk cuzzz semoga bermanfaat...


~ Hijab Gone Wrong ~
Hari ini gue pergi ke sebuah mall bergengsi di kawasan Jakarta Pusat untuk ketemuan sama temen kuliah gue. Jarang-jarang gue pergi ke mall itu di akhir minggu kayak hari ini, karena asumsi gue: pasti rame. Asumsi gue bener. Hari ini, mall itu penuh banget sama bule-bule. Gue ketemu sama temen kuliah gue, ngobrol sambil makan, terus gue pulang. Gue pulang lewat toko buku yang liftnya ngehubungin mall dengan salah satu gedung perkantoran dan gedung itu lebih deket ke halte busway.
Pas gue lagi nunggu lift, gue ngeliat ada cewek pake hijab modifikasi yang menurut gue bikin dia keliatan kayak pake sarang lebah. Bayangin aja dia pake hijab dua rangkap, rangkap pertama dibikin jadi kayak rambut, rangkap kedua modelnya agak transparan gitu warna biru tua terus dililit-lilitin di kepalanya dengan aksen berantakan. Buat gue sih keliatannya jadi kayak sarang lebah.
Sepanjang perjalanan pulang, gue terus mikirin fenomena hijab ini, sampe gue sempet ngetwit beberapa pendapat gue. Tapi kayaknya kok nggak afdol ya kalo cuma disampein lewat Twitter, enaknya kalo nyerocos panjang lebar sekalian di blog. Jadilah gue berusaha mengingat poin-poin apa yang mau gue tulis di blog malam ini. Semoga bisa jadi refleksi buat kalian semua, pembaca blog gue yang berhijab atau mau pake hijab.
Nggak dipungkiri lagi, mode hijab sekarang lagi ngetren banget di Indonesia. Buat gue yang minoritas, kerasa banget lho perbedaannya. Selama 4 tahun kuliah aja, entah berapa temen gue yang memutuskan untuk pake hijab.
Kemanapun gue pergi, naik apapun gue, selalu ada anak muda yang berhijab. Gue sih menyambut perubahan ini sebagai sesuatu yang bagus, karena lihat dari segi positifnya sih
akhirnya banyak wanita Muslim yang mau menutup sesuatu yang disebut aurat di agama mereka. Diharapkan setelah pake hijab, kelakuan wanita Muslim juga lebih ke arah Muslim dan jadi contoh yang baik untuk masyarakat.
Tapi walaupun sepositif-positifnya gue, tetep aja gue ngerasain banyak banget dampak negatif dengan mode hijab ini. Bukan negatif secara agama, tapi negatif secara image. Gue ngerasa, hijab yang belakangan ini jadi mode, lama-lama malah dianggap sebagai aksesori semata. Kesan kesucian agamanya hilang karena makin banyak hijab yang dimodel-modelin.
Ya mulai dari punuk unta lah (ini model hijab yang paling gue sebel,emang enak ya ada cepolan tinggi di atas kepala lo?), bentuknya kayak rambut lah, macem-macem deh, gue sendiri juga nggak tau nama-nama modelnya apa karena ya emang nggak pernah pake hahahaha!
Mungkin modifikasi hijab ini dilakukan untuk menarik wanita Muslim untuk berjilbab, dengan pemikiran hijab bisa keliatan update dan bisa menjawab keresahan wanita Muslim yang pengen berhijab tapi takut nggak bisa keliatan modis lagi. Tapi gue nggak setuju tuh sama pemahaman kayak gini karena lama-lama laju modifikasi hijab terkesan makin nggak beraturan dan jadi nggak sesuai dengan norma-norma agama Islam yang ada. Ya harus sesuai norma Islam dong, itu kan perangkat agama.
Daripada hijab dijadiin komoditas mode, sekalian aja pake headscarf ato turban! Sama-sama penutup kepala dan bisa dibikin modis kan?
Contohnya aja deh. Misalnya beberapa tahun lagi selain tren hijab akan ada tren pake kalung salib atau hal-hal yang berkaitan dengan salib kayak kaos gambar salib, gelang dengan bandul salib, dan lain sebagainya. Gue, sebagai orang Kristen, pasti suka, karena gue ngerasa lambang agama gue diterima di masyarakat luas. Tapi gue akan jadi sebel kalo makin banyak orang yang menyalahgunakan pemakaian gambar salib, kayak misalnya muncul motif salib terbalik (yang di agama gue adalah simbol dari Antikristus), atau salib yang dimacem-macemin modelnya,
sehingga esensi kesucian dari salib itu hilang.
Lama-lama orang pake ornamen salib bukan untuk semakin mengimani agamanya, tapi untuk gaya-gayaan. Nah, ini yang gue rasakan terhadap laju mode hijab yang makin lama makin cepat ini.
Perempuan Muslim lama-lama pake hijab bukan sebagai tanda patuh terhadap perintah agama, tapi cuma karena hijab lagi ngetren. Nanti kalo suatu saat tren hijab ilang, lalu mau diapain dong cewek-cewek Muslim yang pake hijab cuma buat aksesoris doang?
Masa disuruh lepas hijabnya?
Maafkan gue, tapi gue masih berpikir bahwa lo
pake hijab kalo lo merasa siap. Siap untuk apa?
Siap untuk berpakaian sederhana, siap untuk nahan diri pamer badan lo ke masyarakat, siap untuk menjalankan hidup yang nggak sepenuhnya duniawi. Bahasa gampangnya? Siap mengerem diri pake celana skinny jeans dan baju ketat. Siap menolak kalo ditawari ngerokok atau minum. Kalo di agama Katolik, gue menganalogikan cewek yang siap pake hijab itu kayak cewek yang memutuskan untuk jadi biarawati.
Kesamaannya terletak di kewajiban untuk menjalankan hidup sederhana. Tapi masalahnya banyak cewek jaman sekarang yang pengen keliatan mewah padahal pake hijab.
Yeeee, lu harus milih salah satu... karena pada dasarnya hijab itu menutup aurat lu dan menutup semua kekayaan lu supaya nggak dilihat dunia...
Padahal, kalo aja cewek-cewek itu mau nyari tau lebih banyak, ada kok cara-cara pake hijab yang sederhana tapi masih keliatan rapi dan mewah.
Mewah itu nggak perlu jadi kayak toko perhiasan berjalan kok. Lo punya temen cewek yang bajunya sederhana tapi keliatan rapi dan mewah? Nah, tanyain caranya sama dia. Dengan pemilihan warna dan bentuk baju yang tepat untuk badan kita (tanpa harus ngeliatin lekuk tubuh), kita bisa keliatan rapi, sederhana tapi mewah dengan hijab yang (kata ustad) syar'i.
Actually you can have the best of both worlds,
you just gotta work more to achieve it.
Udah ah, sekarang gue mau menyerahkan
semuanya ke kalian. Pilih keputusan berhijab karena memang keputusan dari hati atau cuma pengen ikut-ikutan aja? Beneran siap nggak pake hijab? Karena hijab itu bukan sekedar tren.
Modifikasi hijab memang lagi tren, tapi esensi dari hijab sendiri adalah sebagai alat agama.
Suatu saat nanti bisa jadi hijab kembali ke bentuk dasarnya. Jangan sampe buta dan nggak bisa ngebedain tren dengan perangkat agama.

Pikir juga, apa yang akan lo lakuin kalo tren modifikasi hijab lenyap dimakan waktu? Bakal tetep pake hijab atau malah lepas hijab karena udah nggak tren lagi?

 ~End~


 Diatas adalah tulisan dari  umat sebelah lho, kita gak malu???
Yuukk belajar bareng-bareng, kalo ke syar'i belum bisa, belajar sederhana aja dulu "Low Profile And No Talk Only"...

___reniaren____
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Selamat Pagi July...

Satu kalimat yang tidak pernah asing didengar ketika bulan baru menghampiri kita, ya "Selamat pagi July..." akan bertengger kokoh dihampir semua media sosial para ababil & alayers yang tiap hari kerjanya cuma menghitung hari, entah nungguin apaan yang jelas mereka tidak pernah absen untuk mengucapkan selamat pagi pada bulan-bulan baru yang menurut gue identik dengan nuansa galau mereka, entah galau karena LDR, jomblo kelamaan, nunggu gajian, nunggu liburan, nunggu habis kontrak kerja dan nunggu-nunggu lainnya, seperti halnya bulan ini "Selamat pagi July.." identik dengan menghitung hari untuk libur panjang yang dimulai tanggal 15 July mendatang dan satu lagi yang tidak kalah penting adalah menunggu THR tunjangan hari raya tentunya.

Gue dulu salah satu member komunitas orang alay yang kalo disingkat menjadi KOALA, mikir ulang apa gue pernah sealay itu ketika masih jadi member KOALA?? tiap awal bulan ngucapin "selamat pagi awal bulan.." gue rasa tidak, tapi entahlah yang jelas gue saat ini lagi nyoba memperbaiki diri ke arah yang lebih baik,lebih positif dan lebih dari sebelumnya, entah itu dalam karir, pertemanan, pendidikan dan sosial. Gue nyoba sedikit demi sedikit ninggalin kebiasan gue yang selalu mainstream, seperti ngadain Bukber entah gue dapet hidayah darimana yang jelas tahun ini gue pengen lebih fokus buat ibadah, lebih fokus berterima kasih kepada pencipta gue Allah SWT yang udah ngasih seabrek rejeki buat gue dan keluarga, Gue berusaha buat bilang "TIDAK..." ke temen-temen yang ngajakin kesana kesini yang berbenturan dengan jam-jamnya ibadah. Dan untuk menjadi baik gue harus nerima konsekuensinya yang tak lain dan tak bukan adalah gue dijauhi temen-temen baik gue, dikucilkan, dicemooh, di bilang sok alim dan lain-lain yang bagi gue itu semua merupakan tantangan dan sekaligus rencana Allah untuk naikin derajat gue. Gue yakini itu dengan seyakin yakinnya...

Goes to kebaikan dibulan Ramadhan...

____reniaren____
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Fabiayyi Alaa Irobbikuma Tukadzibaan...

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??" Q.S Ar-Rahman
Ayat ini berulang sebanyak 31 kali dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rahman, menggambarkan betapa Allah SWT Maha Segalanya, Maha Pemurah atas segala permintaan makhlukNya.

 Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzibaan...

Pada postingan kali ini, gue mau sedikit berbagi rasa syukur atas apa yang gue terima di Ramadhan tahun ini. Dua minggu menjelang awal Ramadhan kemarin, jujur gue kelimpungan kehabisan duit. Maklum gue anak kost yang super gengsi untuk pinjam meminjam duit ketemen-temen gue, ya walaupun mereka sudah pasti ngasih pinjeman kalo gue ngomong minjem, tapi kali ini gue mikir ulang, muter otak dan pikiran. Gue yakin pasti ada jalan keluarnya tanpa ngutang ketemen. Krisis keuangan yang gue alami berawal dari bayar administrasi kuliah yang waktunya kurang tepat. Sekitar 60% dari gaji gue, gue setorin ke kampus karena adanya UAS diawal bulan juni dan salah satu syarat untuk ikut UAS adalah membayar lunas administrasinya. Satu masalah selesai muncul lagi masalah keuangan lainnya, gue harus mudik buat hadir dalam acara keluarga gue, secara mudik itu perlu ngebensinin motor pulang pergi Purwakarta-Indramayu gocap, ngejajanin ponakan-ponakan gue plus walaupun cuma cepe gue kudu harus wajib ngasih jajan ke emak gue yang notabene satu-satunya orang tua yang masih gue punya, biaya mudik total kurang lebih 20% dari gaji gue. Tinggal 30%, buat bayar kost-kostan 15%, buat isi pulsa reguler dan kuota 5%. Tinggal 10% harus bisa nyampe ke tanggal gajian bulan berikutnya. Secara penghitungan matematika gue, 10% gaji gue dipake biaya hidup selama hampir 4 minggu hasilnya -xx% (minus persen) artinya gue kehabisan duit sebelum gaji turun. Tapi matematika Allah beda sob, Dia adalah sang maha segala.

 Ditengah krisis keuangan yang gue alami, tiba-tiba rejeki tak henti-hentinya datang menghampiri gue. Dari mulai banyaknya temen-temen yang ngajakin gue makan bareng dan ujung-ujungnya dibayarin (tapi jujur gue gak minta buat dibayarin), tiba-tiba banyak orderan obat herbal (kebetulan gue punya usaha bareng temen kampus dibidang obat herbal, sedia madu alami dan obat-obatan lainnya. eeehh ko malah promo ya..) gue tinggal ambil obatnya dari temen gue, terus gue jual dan duitnya boleh dikasihin ke temen gue pas tanggal gajian (Alhamdulillah duit bertambah), ada lagi temen gue yang tiba-tiba ngajakin buat berbisnis, syaratnya gue cuma jadi marketing abal-abalnya dia aja, jika produk laku maka gue dapat komisi sebanyak 10% dari harga produknya (Alhamdulillah produknya laku, karena gue jual ke anak buah gue hehehe..) tapi ini beda, hasil komisi dibayarkan pas tanggal gajian gue sesuai pembayaran dari cutomer. Tapi ini nenangin hati gue, karena itu berarti gue bisa dapet duit tambahan buat lebaran. Kagak nyampe situ aja rejeki yang gue terima, hari minggu kemaren tanggal 28 Juni 2015, gue males-malesan bangun pagi, alhasil gue bangun siang, tapi pas gue ambil Handphone tiba-tiba entah seperti apa ekspresi gue saat itu, gue kaget sekaligus seneng beasiswa yang gue ajuin dari bulan Maret tiba-tiba cair, gue disuruh cek saldo ATM gue dan pas gue cek Rp. 2.100.000,- terpampang di monitor mesin ATM yang didepan gue (Allahu Akbar, Alhamdulillahirabbil'alamin..) Matematika Allah SWT benar-benar diluar dugaan makhlukNya.

Gue bener-bener gak nyangka, ditengah krisis keuangan yang gue alami, Allah SWT telah menyiapkan begitu banyak rejeki didepan gue.

Fabiayyi alaa irobbikuma tukadzibaan...
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat ini kemudian berdengung merdu dihati dan pikiran gue, keyakinan gue semakin bertambah kuat kepadaNya, Allah SWT selalu memberikan kejutan bagi umatnya, kejutan-kejutan yang hanya Dia yang tau kapan dan buat siapa yang akan menerimanya.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...

___reniaren___

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

First Posting...

Hai...
Ini blog baru gue (lagi),  entah udah berapa banyak blog yang gue bikin dan gue tinggalin gitu aja, kasian ya blog-blog gue. Sebenernya gue gak tega sih ninggalinnya tapi ya mau gak mau gue kudu move on dari mereka. Kasihan, mereka ga pernah dimunculkan kepermukaan. So.., ini blog gue yang bakal gue publikasikan kesemua medsos gue.

Kenapa gak publikasiin blog-blog terdahulu??
Alasannya sih sepele karena udah terlalu banyak curahan-curahan hati gue yang gak harus diketahui orang-orang.

Lho ko gak harus diketahui orang-orang kenapa curhat di blog??
Karena blog bukan orang, simplekan jawabnya hahaha...

Kenalin, gue Reny. Gue anak pertama dari dua bersaudara, gue lahir di Indramayu 23 tahun 9 bulan 26 hari silam, tepatnya tanggal 01 Oktober 1991, kalo itungan gue salah jangan salahin gue, gue bukan anak prodi matematika. Gue seorang perantau, gue tinggal dikota orang sejak 12 Juni 2010. Udah 5 tahun gue hidup sendiri dikota orang, tepatnya  dikota Purwakarta yang konon katanya Istimewa. Gue tinggal Nomaden dari kost-kostan yang awalnya deket tempat kerja sampe ngejauh tergantung kebutuhan tempat tinggal dan dana yang ada dikantong gue. Saat ini gue tinggal dirumah temen baik gue (jangan ngeress dulu, temen gue cewek). Udah 1 tahun 8 bulan gue tinggal disana(bukan gretongan ye, tapi gue ngekost) sebenernya gue suka malu sendiri, keluarga temen baik gue kelewat baik sama gue.

Kenapa nyebutnye temen baik, kenapa gak nyebutnye sahabat??
Karena bagi gue, temen baik itu lebih dari sahabat. Sahabat itu hanya satu kata yangs ering didengung-dengungkan oleh sebagian anak alay yang ujung-ujungnya ngegalau cuma gara-gara sahabatnya kagak mau nemenin beli es cendol. So... bagi gue temen baik adalah sebutan paling agung untuk seorang temen yang gue anggap lebih dari kata sahabat.

Prrrookkkprrookkpprookk... (tepuk tangan) hooorrreeeyy kerreeenn...
Thank you... Thank you... *benerin kerah*

To Be Continued... *diganggu boss*


___reniaren___
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2009 Dunia 3 x 2 . . . !!!
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates