Pahala Ibadah VS Media Sosial (Belajar Bijak Memposting Status Media Sosial)
Masih asingkah dengan kata Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Line, dan BBM
?? Saya rasa tidak. Jangankan kita yang sudah tergolong usia dewasa,
anak kecil saja yang usianya masih belum mencukupi untuk bergabung ke jejaring sosial tersebut terkadang membuat akun dengan memalsukan tahun kelahiran, tidak percaya?? coba sesekali kita check apa
yang sedang adik, keponakan, sepupu atau saudara-saudara kita yang
usianya masih tergolong belia. Mereka rata-rata sudah memiliki salah
satu akun yang saya sebutkan diatas entah apa tujuannya, mungkin agar
bisa dibilang kekinian bisa jadi kan???
Oke, kita ke topik yang sebenarnya saya ingin jabarkan. Saya tergelitik untuk menulis artikel ini karena sudah terlalu banyak status-status media
sosial yang bertentangan dengan apa yang saya pikirkan, bukan karena
hanya bertentangan dengan hasil pemikiran saya saja tetapi dari
sekelumit ilmu yang saya dapat ternyata memang hal tersebut seharusnya
tidak dilakukan oleh para pengguna medsos tersebut.
Kita hidup di-era se-modern dan secanggih sekarang ini, tentu tidak asing dengan beberapa postingan dimedia sosial seperti berikut :
"Yeee... puasa hari ini lancar, tar malem mau tahajud aahh biar sahurnya gak kesiangan"
"Iiihh mamah kenapa ga bangunin buat sahur sih, aku kan puasanya jadi ga sahur.."
"Duuuhhh siang-siang gini jadi ngantuk gara-gara semalem tahajud sama dzikir 1000x"
"Semoga puasa hari ini lancar, duuuhhh udah ga tahan nunggu bedug maghrib pengen es campuurr..."
"Alhamdulillah ya udah nyampe juz 20, semangat ahhh biar cepet khatam"
"Alhamdulillah ... Masih dbangunkan pagi ini , bs mlaksanakan sholat tahajud , shubuh..!!!"
"Semoga puasa hari ini lancar, ya. Gak ada yang bikin emosi dan bikin bete banget. Semangat!
"Udah yasinan, udah tahlilan dan udah shalat Isya rasanya adeemm bener nih ati gue, sekarang bobo yuukk..."
"Duuhh... uangnya tinggal goceng tapi ada pengemis kasian, ya udah deh gpp aku kasih aja. semoga bisa membantu ya neekk..."
"Tahajud ahh... biar tambah ganteng.."
"Iihh tadi shalat jum'atnya bau kaki, sumpah mau muntah.."
"Jum'atan dulu ya beb, biar kamunya tambah sayang aku.."
Daannn masih banyak lagi kalimat-kalimat postingan yang mencirikan bahwa si empunya akun sedang beribadah "katanya". Tahukah teman sesungguhnya ketika kita memposting hal-hal yang berbau ibadah itu bertentangan dengan ajaran agama kita, seperti petuah para pendahulu kita dibawah ini yang saya kutip dari www.kisahislam.net :
Basyr bin Al Harits berkata "Janganlah engkau beramal agar engkau disebut-sebut, sembunyikanlah kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu"
Abu Hazim Salama Bin Dinar berkata "Sembunyikanlah
kebaikan -kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan
keburukan-keburukanmu, dan janganlah engkau kagum dengan
amalan-amalanmu, sesungguhnya engkau tidak tahu apakah engkau termasuk
orang yang celaka (masuk neraka) atau orang yang bahagia (masuk surga)." (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu'ab Al-Iman no 6500).
Dari Yazid bin Abdullah bin asy-Syikhkhir, dia menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada Tamim ad-Dari, "Bagaimana
sholat malammu?". Maka beliaupun marah sekali, beliau berkata "Demi
Allah sungguh satu raka'at yang aku kerjakan tengah malam dalam keadaan
rahasia itu lebih aku sukai daripada aku sholat semalam untuk kemudian
hal itu aku ceritakan kepada orangp-orang ." (Lihat Ta'thirul Anfas, hal. 234)
Media
sosial menurut saya bukan jembatan antara amalan ibadah kita agar
sampai ke Allah SWT. justru malah menjadikan amalan-amalan kita terbuang
sia-sia, Lho kenapa?? karena dengan cara memposting
ibadah-ibadah yang kita lakukan itu sama saja kita memamerkan ibadah
kita, jatuhnya malah ke perbuatan ria, menyombongkan diri dan menganggap
ibadahnya paling baik dari ibadah orang lain. "Itukan hak kita yang punya akun" bukan
satu dua pengguna akun jejaring sosial yang jika diingatkan akan
berbicara seperti ini, sayapun tidak melarang hanya mengingatkan akan
mubadzirnya ibadah yang kita lakukan jika disertai dengan
postingan-postingan yang sehari-hari kita lakukan, sayapun pengguna
media sosial aktif saya memiliki akun facebook, BBM, Instagram, Whatsapp
dan lainnya, dulu pun mungkin saya pernah memposting tentang ibadah
yang saya lakukan, akan tetapi semakin kita berpikir, berwawasan, dan
menerima saran orang lain disitulah kita mengerti bahwa memang media
sosial bukan tempat kita untuk memposting hal-hal yang menyangkut
ibadah, biarlah ibadah kita hanya kita, malaikat, dan Allah SWT saja
yang tahu itu jauh lebih baik ketimbang kita pamerkan dimedia sosial.
Masih ingat dulu sebelum adanya media sosial, kita bercerita banyak hal
dengan buku, masih ingat dengan buku diarynya? bayangkan dulu
bagaimana kita menyimpan ditempat yang paling aman agar tidak ada yang
baca curhatan kita, bahkan sampai-sampai ada model buku diary yang menggunakan gembok, sekarang bagaimana?? berbanding 180 derajat postingan berceceran
dimana-mana siapapun bisa membaca apa yang kita tulis, bahkan tidak
jarang membuat tali pertemanan, persahabatan bahkan dengan sesama
keluarga menjadi kurang harmonis gara-gara kicauan-kicauan kita dimedia
sosial. Masih mau mengumbar ibadah di media sosial???
Ayoo
kita hijrah, belajar perlahan tinggalkan yang tidak seharusnya kita
lakukan, jadilah pengguna media sosial yang baik, yang mampu
memilah-milah mana yang harus diposting dan mana yang tidak seharusnya
diperlihatkan. INGAT tujuan kita ibadah adalah mengharap ridho Allah SWT. kita berharap ibadah kita diterima oleh-Nya dan mendapat pahala yang berlipat ganda, bukan malah ibadah kita cuma sampai di databasenya
Mark Zuckerberg (FB), Jack Dorsey (Twitter), Ma Huateng (We Chat), Mike
Lazaridis (BBM), Brian Acton (WA), Dave Morin (Path) dan Kevin Systrom
(Ig).
Ayo... kita sama-sama belajar berHIJRAH menjadi
pengguna dan penikmat media sosial yang cerdas dan bijak dalam
memposting hal-hal yang kita bagikan keteman-teman dunia maya...
____reniaren___140915
Read Users' Comments (0)







